kaleng

now browsing by tag

 
 
Posted by: | Posted on: May 11, 2012

Slongsong Baroqah VS Composite Can

Dear UKM Indonesia yang berbahagia

Masih ingat cerita saya mengenai perjuangan kami mendapatkan selongsong bekas pemain bulu tangkis.  ini adalah sesi lanjutannya, meski ngga ada kaitannya dengan bulu tangkis, namun kali ini kita akan meng-etengah-kan perjalanan dari slongsong bekas menjadi slongsong baroqah

disamping kiri tulisan ini ada 3 gambar. gambar kiri atas adalah gambar 2 selongsong bekas, dimana gambar yang kanan adalah selongsong yang masih polos belum terbungkus oleh etiket, sedang disebelah kanannya adalah selongsong yang telah dibungkus oleh etiket.

Sedang gambar kanan atas adalah selongsong yang berdiri dan selongsong dalam posisi tidur sehingga kelihatan bagian dalamnya.  tampak hanya kertas 100% dikombinasikan dengan tutup plastik.

Sedang Gambar yang paling bawah adalah gambar composite can  VS  slongsong.  begitu jauh perbedaannya, dimana untuk komposite can sisi dalamnya dilapisi oleh alufoil dan sebagai penutupnya adalah kaleng stainles steel yang terkesan kokoh dan higienis.

Namun proses yang kami jalani tidak secara tiba-tiba, artinya proses pengalihan dari selongsong bekas menjadi composite can tidaklah secara kilat begitu saja.  butuh kesabaran dan pengorbanan yang cukup besar.  Masih segar dalam ingatan saya, untuk membuat kemasan yang mirip composite can tidaklah mahal, seingat saya budget masih dibawah satu setengah juta rupiah, tampilan menjadi begitu keren.  yang lebih membahagiakan lagi adalah dengan adanya perubahan tampilan, kita sering diajak serta pameran keseluruh pelosok jawa baik undangan yang datangnya dari dinas, maupun undangan yang berasal dari BUMN dan undangan swasta lainnya

Singkat cerita, dana yang kami investasikan untuk merubah bentuk kemasan tidaklah begitu mahal, dibanding manfaat yang kita peroleh sesudahnya
pesan kami, janganlah takut melakukan perubahan.  jika anda menginginkan perubahan desain kemasan pada produk anda, rubah saja jangan takut, namun jika ingin merubah namun belum ada ide, kami persilahkan sharing (berbagi) dengan AA Packaging, dengan senang hati kita akan full support kepada UKM Indonesia.

Jangan khawatir mengenai biaya, kami akan me”arrange” (mengatur) sedemikian rupa, sehingga UKM Indonesia tidak diberatkan oleh biaya kemasan.  dengan niat ingin berbagi dan maju bersama UKM Indonesia, AA Packaging akan berusaha melayani tiap keinginan UKM Indonesia sebatas kemampuan AA Packaging.

Semoga sedikit berbagi cerita pengalaman AA Packaging dapat menjadi inspirasi UKM Indonesia seluruhnya.  dan kami akan dengan senang hati jika ada UKM yang ingin konsultasi dan berbagi dengan AA Packaging.

Salam Hormat Kami
AA Packaging

Posted by: | Posted on: May 7, 2011

Kemasan Benih Tanaman

Dear All

Sebenernya sih ini order yang sudah cukup lama, namun ada permintaan dari beberapa customer kita agar jangan dulu tehnik ini disebarluaskan dalam waktu dekat, yaah….. sebagai seorang yang memegang amanah, permintaan tersebut kami sanggupi.

Namun seiring dengan jalannya waktu dan semakin besarnya usahanya, sepertinya kurang adil jika ada UKM Indonesia lainnya yang memiliki potensi namun kurang wawasan dalam hal kemasan. Untuk itu, kami menghadirkan salah satu dari kemasan yang paling dicari oleh UKM Indonesia, terutama di sektor pertanian.

Semoga yang sedikit ini bisa banyak membantu dari teman-teman UKM Indonesia umumnya dan di sektor pertanian khususnya

detail info bisa call kami atau email kami
08123545630
087859741350
0341-7008073
aa.packaging@yahoo.co.id

Semoga menjadikan Barokah bagi kita semua

B.Rgds
Ronny

Note :
ini hanyalah salah satu contoh, masih banyak lagi yang lainnya, baik kopi luak, dan produk-produk pertanian lainnya

Posted by: | Posted on: January 29, 2011

Spesifikasi bahan retort

Semua bahan yang digunakan dalam struktur kemasan retort pouch harus mempunyai titik leleh di atas suhu prosesnya. Demikian pula tinta dan adhesive yang digunakan tidak boleh berubah warna dan berubah sifat pada suhu prosesnya. Itu sebabnya untuk lapisan sealant retort pouch tidak digunakan bahan polyethylene (PE) karena titik leleh bahan ini di bawah 120oC, namun digunakan polypropylene (PP) dengan titik leleh di atas 125oC. Untuk mengantisipasi terjadinya pemanasan yang berlebihan dalam proses, dapat digunakan PP block copolymer dengan titik leleh lebih tinggi dari 135oC. Jenis ko polimer yang digunakan merupakan know-how masing-masing produsennya.

Selain sifat termal di atas, sifat mekanik juga memegang peranan yang sangat penting. Untuk proses yang tidak terlalu lama dan suhu di bawah 125oC, cukup menggunakan bahan dua lapis saja yaitu Nylon 15 mikron/tinta/adhesive/CPP 60 – 100 mikron. Jika proses lebih lama dan lebih panas, kemasan di atas dapat memuai di atas elongation point nya dan kemasan akan pecah. Nylon digunakan karena sifat elongasinya yang tinggi. Untuk proses di atas 125oC dengan waktu di atas 20 menit, perlu digunakan Aluminium foil 7 mikron – 12 mikron sehingga kemasan lebih kokoh dan dapat menahan pemuaian yang berlebihan. Struktur lengkapnya adalah PET 12 mikron/tinta/adh/Al 7-12 mikron/adh/CPP 70 – 100 mikron. Jika suhu prosesnya lebih tinggi dan waktunya lebih lama lagi maka perlu ditambahkan bahan Nylon 15 mikron di tengahnya supaya tensile strengthnya meningkat. Struktur lengkapnya adalah PET 12 mikron /tinta/adh/Ny 15 mikron /Al 7-12 mikron /adh**/CPP 70 – 100 mikron.

Taken from BUDI S Article

Posted by: | Posted on: January 27, 2011

sejarah retort

Dalam Perang Dunia II, Institut Fraunhofer di Muenchen, Jerman, menerima permintaan dari Angkatan Perang Jerman untuk mengembangkan suatu kemasan yang ‘convenient’ untuk pangan yang enak, bergizi dan siap makan. Pada saat itu, tentara Jerman mendapat jatah makanan berupa sosis yang diawetkan, serta roti kering dan sayuran yang dikeringkan, yang dibentuk menjadi persegi empat dan dibungkus dalam aluminium foil atau cellophane. Kemasan yang didapat pada saat itu adalah suatu kemasan dengan bentuk sedemikian, sehingga luas permukaan sebesar mungkin dibandingkan volumenya, dengan bahan: Cellophane/Alu foil/poliofilm. Secara teknis penemuan ini bisa dipakai, tetapi pada prakteknya tidak berhasil diproduksi secara massal. Hal ini disebabkan karena investasi pada sistem kemasan kaleng sudah sedemikian besar sehingga tidak mungkin untuk menggantikan kaleng dengan retort pouch begitu saja,

Pada tahun 1960an Reynolds Metal Co mengembangkan retort pouch dengan spesifikasi: PET/Al foil/CPP untuk mengemas kacang polong dan wortel, sauerkraut dan semur daging. Spesifikasi ini tidak banyak berubah sampai saat ini, dan perkembangan retort pouch dari segi komersial dari tahun 1960an sampai sekarang juga tidak terlalu berarti.

Kendala yang menghambat perkembangan retort pouch selama 50 tahun ini disebabkan karena perusahaan pangan sudah menginvestasikan uang yang sangat besar untuk pangan dalam kemasan kaleng logam, dengan kecepatan dan efisiensi sedemikian tinggi sehingga sukar untuk menggantikannya dengan mesin untuk pouch. Oleh karena itu sampai saat ini, mayoritas kemasan pangan retort masih berupa kaleng logam.

Walaupun demikian ada satu segmen di sejumlah negara yang tetap menggunakan retort pouch selama ini, yaitu kalangan tentara.

Keunggulan retort pouch dibandingkan kaleng logam
Waktu memasak lebih pendek sehingga tekstur pangan terasa lebih alami dan nilai gizi lebih baik.
Lebih tipis sehingga lebih mudah dibawa dalam ransel.
Lebih ringan sehingga bisa menghemat tenaga, terutama kalau dipanggul di dalam ransel tentara.
Lebih fleksibel sehingga tidak mudah penyok terkena benturan.
Bentuknya yang tipis juga memberi keuntungan lain dalam proses sterilisasinya.

Pada pabrik pangan, kantong/pouch diisi dengan makanan, di heat seal lalu dipanaskan/retort untuk sterilisasi. Karena retort pouch ini tipis, lebih sedikit waktu yang diperlukan untuk memanaskan isinya hingga mencapai kondisi steril. Oleh karena itu, rasanya lebih enak (terutama untuk makanan yang lunak).

Seperti halnya kaleng, masa penyimpanan retort pouch dipengaruhi suhu penyimpanannya. Di daerah beriklim panas (di atas 40oC): 6 bulan. Suhu ruang (25 -30oC): 3 tahun. Di lemari pendingin: 5 tahun

taken from : budi S article

Posted by: | Posted on: November 10, 2010

unsur desain grafis

Bahasa desain grafis adalah bahasa visual, bahasa simbol yang diungkapkan melalui gambar, bentuk, warna dan aksara. Grafis harus dapat mengantarkan pesan yang ingin disampaikan oleh produsen barang lewat kemasan yang diciptakan; baik informasi Read More …

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.