produk

now browsing by tag

 
 
Posted by: | Posted on: May 28, 2011

Pelatihan Kemasan UKM Hulu Sungai Selatan (Banjarmasin)

kemasan dan kemasanukm Indonesia
Jujur ….
belum terlintas di benak kami, apa dan bagaimana kondisi Alam dan UKM yang akan kami ajak sharing, namun setelah selesai kegiatan kami, ada secercah harapan untuk memajukan potensi yang dimiliki UKM HSS.

Berawal dari penerbangan Surabaya – Banjarmasin, seperti biasanya cuaca saat itu cukup cerah sehingga semua masih terskedul sesuai jadwal. sebelum kami mendarat, kami amati dari angkasa bahwa daratan kalimantan selatan khususnya banjarmasin banyak atap rumah bernuansa warna biru, hal ini jarang kami jumpai di pulau jawa, sebelumnya kami tidak pernah memperhatikan hal ini, atau mungkin warna biru adalah warna favorit warga Kal-Sel.

kami sampai pukul 6 malam waktu setempat, setelah urusan sana dan sini pukul 7 malam kami siap berangkat ke HSS, kami juga tidak tahu bagaimana kondisi alam disana, yang jelas info awal adalah lokasi berjarak 3 jam perjalanan dari Samsudin Noor (bandara banjarmasin) pufff….. sudah dibayang mata perjalanan akan cukup melelahkan setelah seharian berada di kendaraan (dari malang to banjarmasin). Singkat cerita 9.30 malam kami sampai di lokasi, tidaak jauh dari bayangan kami bahwa lokasi cukup sepi hee…. (maklum anak kota), yang jelas sesampai di hotel istirahat kami cukup pulas.

Pagi acara kami adalah menemuai kepala disperindag HSS, setelah ramah tamah sesaat kemudian kami menghadiri acara yang dibuka oleh wakil bupati setempat. kesempatan pertama kami melakukan pembinaan terhadap UKM HSS terlihat kurangnya antusiasme dari UKM, mungkin bagi mereka kegiatan pelatihan merupakan pemborosan waktu bagi mereka, mereka enggan melakukan investasi waktu untuk pelatihan, mending dibuat produksi dari pada mendengarkan pelatihan yang membosankan. Namun dengan semangat 45 kami sampaikan dengan berbagai cara hingga akhirnya mereka sadar bahwa kemasan merupakan hal yang tidak terpisahkan dari produk dalam kaitannya dengan penjualan.

Singkat cerita, dari kaca mata kami
ada potensi UKM yang cukup menjanjikan, terutama disektor perikanan dan olahan produk kelapa (dodol dan nata).

PS.
special thanks for mr. Nasrul (zona grafika)
kemasan dan kemasanukm Indonesia

Posted by: | Posted on: May 7, 2011

Kemasan Benih Tanaman

Dear All

Sebenernya sih ini order yang sudah cukup lama, namun ada permintaan dari beberapa customer kita agar jangan dulu tehnik ini disebarluaskan dalam waktu dekat, yaah….. sebagai seorang yang memegang amanah, permintaan tersebut kami sanggupi.

Namun seiring dengan jalannya waktu dan semakin besarnya usahanya, sepertinya kurang adil jika ada UKM Indonesia lainnya yang memiliki potensi namun kurang wawasan dalam hal kemasan. Untuk itu, kami menghadirkan salah satu dari kemasan yang paling dicari oleh UKM Indonesia, terutama di sektor pertanian.

Semoga yang sedikit ini bisa banyak membantu dari teman-teman UKM Indonesia umumnya dan di sektor pertanian khususnya

detail info bisa call kami atau email kami
08123545630
087859741350
0341-7008073
aa.packaging@yahoo.co.id

Semoga menjadikan Barokah bagi kita semua

B.Rgds
Ronny

Note :
ini hanyalah salah satu contoh, masih banyak lagi yang lainnya, baik kopi luak, dan produk-produk pertanian lainnya

Posted by: | Posted on: April 22, 2011

Foil dengan Sablon

Dear All

Menanggapi permintaan dari teman-teman dari sulawesi
bersama ini kami sampaikan contoh hasil cetakan sablon pada foil kami
min order hanya 1000 pcs/ desain
harga tergantung bentuk kantung (bag/ pouch/ gusset)
dan tingkat kesulitan desain
semoga bermanfaat

Ronny

Posted by: | Posted on: March 3, 2011

percetakan

tehnologi percetakan, diduga berasal dari china pada 305 SM, mesin ini merupakan mesin cetak press kayu pertama, diikuti dengan type dari tanal liat 1041. Pada tahun 1200-an press plat besi tipis dikembangkan di eropa dan pada tahun 1450 J. Gutenberg menemukan mesin pres cetak yang dilengkapi dengan huruf-huruf yang terbuat dari logam dan kayu. Karena mesin ini mudah dipindahkan, biaya meterial cetak menjadih relatif lebih murah, sehingga terjadi peningkatan permintaan kertas yang menjadi pemicu dari revolusi komunikasi masa